Monday, November 05, 2018

Semua Hal Bisa Sekaligus Tidak Bisa Untuk Di Filosofikan

Masih jadi ayam geprek terbaik menurut gw (y)
Ehem... *persiapan presentasi* kali ini gw nemu pengganti Rafli yang biasa ada dicerita gw saat masih SMA. Sekarang, gw nemu pengganti si Rafli, namanya Rendi. Sama-sama dari R, sama-sama gobloknya. Dan dia bakalan berperan besar dalam postingan gw kali ini.

Suatu hari, gw lagi nongkrong bareng temen kelas depan gedung fakultas, bukan diskusi penting tentang politik atau masalah global, ini lebih ke Third World Problem. Dari sepatu warna putih yang kembali ngetrend di kalangan cewek dan "makna tersembunyinya"; Ghibahin dosen dengan "doa terbaik"; sampai masalah Mie Pangyam mana yang paling enak, antara di belakang kampus atau di pinggir kampus (sebenernya ini lebih subjektif tergantung definisi enak dari lu sendiri. Kalau quantitas menurut lu adalah suatu kenikmatan, ya... you know lah).

Sampai pada akhirnya nyampe ke bahasan Ayam Geprek, Runner Up hal yang paling gw sukai di dunia. Dan tiba-tiba si Rendi nyanggah, "Urang mah teu beuki da ayam geprek. Naon kitu di ancur-ancur keun kitu jadi teu ngeunah. Mending ge ayam hiji teu kudu di penye-penye leuwih mantap". Dan gw kayak, "How can you say that? How can be you don't like Ayam Geprek? How can you mempertanyakan kenapa ayam harus di geprek-geprek padahal itu adalah nilai jual utamanya? How? HOW BANGSAD?!". Kenapa dia harus nyanggah disaat gw udah ngejelasin 5 tempat ayam geprek paling enak di Bandung? Kenapa si Rendi ini gak nyanggah gw dari awal sehingga bisa gw debat duluan tanpa harus ngerasa overpride duluan? Karna Rendi adalah sejenis Rafli, sesama goblok.

Gw berpikir tentang perkataan si Rendi selama berhari-hari, mencoba ngerti gimana bisa seseorang gak menyukai Ayam Geprek. Gimana bisa seseorang gak menyukai apa yang paling gw sukai. Seharusnya apa yang paling gw sukai berarti semua orang pun suka, atau seenggaknya B aja tanpa membencinya. Sampai akhirnya sampai pada suatu pertanyaan, "Jangan-jangan yang selama ini gw sukai orang-orang pada gasuka juga lagi?!". Jangan-jangan semua orang gasuka gehu?!; Jangan-jangan gasemua suka Mia Khalifa?!; Jangan-jangan ada juga orang yang ternyata diem-diem gasuka...Indomie Goreng?!

Gw terus mikirin hal ini, bahkan di suatu waktu sampe bikin gw stress. Sampe akhirnya saat gw ikut kelas Bu Melly di pelatihan english speaking, sesi perkenalan diri, dia nyampein yang kurang lebih gini "Kalian itu harus tau adeknya berapa, bapaknya kerja dimana, ibunya siapa, kekurangan dia apa, dan kelebihannya apa. Sehingga kalian tuh bisa ngerti semua kelakuannya, bisa memaklumi kekurangannya hingga kalian sadar bahwa ohhh itu sifatnya dan kalian jangan berharap lebih. Emang udah kayak gitu". Yang walaupun gak ada hubungannya sama masalah gw tadi, tapi somehow bikin gw ngerti kalo ternyata selera orang tuh beda-beda. Pasti ada hal yang bikin mereka suka A dan gasuka B, entah itu karena lingkungan, masa kecil, atau trauma. Dari hal ini bikin lebih berhati-hati dalam bersikap, mencoba untuk tidak men-generalisasi-kan kesukaan semua orang. Gw mulai bersikap untuk lebih menghargai keinginan orang. Lebih menghargai selera mereka.

Gw jadi inget tentang salah satu kedai kopi dimana disana ada papan tulis di belakang bartender dengan tulisan, "Disini minum kopi ya minum kopi, gak ada filosofi filosofian, itu cuma kamu yang sosoan". Hal itu bisa jadi bener, tapi juga bisa jadi salah. Tentang filosofi, itu dari diri kita sendiri, apakah ingin berfilosofi atau enggak. Mau kopinya di filosofiin, atau Ayam Geprek sekalipun, itu kita yang bikin filosofinya sendiri. Dan hari ini gw dapet filosofi dari Ayam Geprek.

Tapi gw gak bilang udah gak kepikiran lagi.

KENAPA HARUS GASUKA AYAM GEPREK, BANGSAD?!

Sekian.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ini kayaknya tulisan terpanjang -dan berfaedah- gw deh selama 3 tahun ini. Yang awalnya skeptis banget tapi jadi salah satu tulisan favorit gw setelah rampung. Dan ya, ini juga salah satu tulisan gw yang paling sosoan, dari sosoan nunjukin kalo gw mahasiswa, ngomongin Third World Problem lah, sampe berfilosofi padahal referensi gw cuma dari film Filosofi Kopi :v Intinya,gw berhasil nulis selama 3 hari berturut-turut ini. Dan Alhamdulillah nya ide gw lancar semua :D Kayaknya segitu deh yang mau gw sampein kali ini. Jangan lupa sholat, jangan lupa makan malem, dan jangan lupa buat bernafas. Nama Gw Ditto Lockwood, Salam  WWW (Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh).

 Mahaaaaaaa~~~~~~~~

Jangan lupa buat follow gw di instagram: @cappuditto
Share:

Friday, November 02, 2018

Perhatikan Bagian Yang Tidak Terlihat Olehmu Karna Bisa Saja Itu Sedang Di Perhatikan

Sebelum itu, gw mau ngasih apresiasi terlebih dahulu terhadap perempuan yang selalu mencoba bersikap sempurna di hadapan kekasihnya. Setelahnya, gw mau bilang bahwa itu adalah apa yang mau gw bahas di post kali ini.

Jadi, suatu hari, disaat gw lagi kelelahan mengendarai kendaraan bermotor menuju arah pulang, tiba-tiba ada sesuatu yang benar-benar menarik perhatian gw: belahan pantat cewek yang gak sengaja terlihat saat dia lagi benerin baju waktu lagi di bonceng pacarnya. Lu tau kan, saat cewek narik-narik baju belakangnya buat di benerin terus kulit punggung diatas pantannya keliatan? Nah itu. Padahal pakaiannya stylish banget tapi ntah kenapa gw ilfil ngeliatnya. Saat pacar yang ngeboncenginnya lagi sibuk nyetir sambil ngerokok, ceweknya lagi susah payah di belakang motor benerin bajunya. Sebesar itu pengorbanan cewek buat tampil sempurna di depan cowoknya.

Tapi yang mau gw bilang adalah, tolong perhatiin sekitar. Apa yang gak lu liat bukan berarti orang lain juga gak ikutan liat. Gw udah terlampau sering ngeliat orang ngupil di angkot dan gak pernah sadar kalo jendela angkot itu bukanlah kaca satu arah; gw juga terlampau sering liat cewek yang baru turun dari motor terus balik badan dari cowoknya buat benerin celana. Cowok lu galiat tapi lipetan lemak di perut lu tuh keliatan banget di depan mata gw berguncang hebat!; Apalagi saat cewek yang di bonceng pake motor ninja yang joknya keatas banget. Gw sebagai kaum "rendah" itu ngeliat banget BH kalian dari bagian bawah kemeja.

Jadi tolong, perhatikan bagian mana dari kalian yang tidak terlihat karna bisa jadi itu lagi diliatin orang. Perhatiin juga apa yang kalian lakukan karna saat lu ngupil di tempat sepi mata normal gw ini masih bisa liat kejadian itu dari kejauhan.

Sekian.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kegiatan gw menulis setiap hari bakalan terus gw pertahankan. Selain biar bisa dapet duid kayak Raditya Dika dan cepet-cepet ngehalalin pacarnya (karna si Radit awalnya dari nulis diary tiap hari), juga untuk ngelatih kemampuan nulis gw. Gw gamau kalah ama si Rachmawati Salmalina yang udah duluan nerbitin buku. Gw juga harus bisa. Eh, kalian jangan lupa buat beli bukunya si Rachma di tokopedia dengan penerbit Guepedia yang berjudul "Only you" kalo gak salah -gw lupa. Segitu aja, nama gw Ditto Lockwood, jangan lupa kalian makan, minum, dan berdoa. Salam WWW, Mahaaaaaa~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Share:

Selalu Berekspresilah Dengan Baik Karna Paparazzi Tidak Pernah Menyuruhmu Untuk Bersiap-siap

Foto Gw pas seleksi
Percaya atau enggak, gw cuma mau bilang kalo gw lulus seleksi program pertukaran pelajar ke Universitas Malaya di Malaysia. Bersiaplah untuk was was karna perwakilan dari Indonesia adalah curanpen (pencurian pulpen) kek Gw B-)

Di post kali ini, gw cuma mau songong tentang gw yang jadi delegasi pertukaran pelajar ke luar negeri. Walaupun gw idup di gang, seenggaknya gw bakalan pernah sekali seumur hidup naik pesawat. Tapi udah gw pastiin bahwa pesawat itu gak sama kayak sewaktu naik bis atau angkot. Jadi aman.

Lu tau gak, semenjak orang-orang tau bahwa gw adalah delegasi pertukaran pelajar ke luar negeri, orang-orang jadi mandang gw beda. Mereka gak lagi nanya pertanyaan-pertanyaan remeh kayak "Anjir Lola Zietta update gak?" atau "Anjir maneh mau contekan tugas Statistik gak?" atau "Anjir punya 2rebu?". Sekarang mereka bertanya pertanyaan intelek seperti "Bahasa inggrisnya mobil apa?" "Bahasa inggrisnya langit apa?" "Bahasa inggrisnya gorengan apa?" seketika gw jadi kamus berjalan-_-

Ya, jadi orang pinter emang gak selamanya enak. Makanya gw selalu berlagak bego -sampe terlalu dalam dan jadi bego beneran- biar bisa ketemu sama orang-orang absurd. Gw masih suka obrolan tentang video baru dengan tag amateur, gw juga masih suka nongkrong di si Ibi ngebahas tentang bala-bala yang semakin kecil, gw juga paling suka kalo udah "ngoreksi" orang-orang lalu lalang. Bahasan "ringan" kek gitu yang kadang bikin gw relate ama masyarakat dan nemuin ide-ide pemecahan masalah yang deket. Tapi bukan berarti gw  gasuka bahasan "berat", cuma kadang gw gak nyaman mikirin yang jauh sementara sekitaran gw yang deket masih  belum bener.

Ya intinya, gw ke Malaysia mau ketemu Raline Shah. Mau bilang kalo di Indonesia tuh ada seorang makhluk bernama Gawick yang keukeuh kalo Raline Shah tuh lebih cantik ketimbang Tatjiana Saphira. But that's not true because Tatjiana Saphira adalah produk lokal paling berkualitas dan cintailah produk Indonesia.

Muach!

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ya, ini adalah post paling gak jelas yang pernah gw tulis. Intinya gw ke Malaysiadan gw bakalan jadi Bule. So, from now post gw bakalan lebih campur ke inggris. Gw bakalan lebih songong karna gw udah jadi Bule. Dan gw bakalan lebih pucet karna gw jadi Bule. Jangan lupa makan, jangan lupa belajar, jangan lupa nulis diary karna ternyata Raditya Dika menulis kariernya sebagai penulis dengan menulis diary tiap hari makanya gw coba ikutin biar gw jadi penulis walaupun itu berarti tulisan gw di blog jadi absurd kek gini sekarang. Nama gw Ditto, salam WWW. Mahaaaaaa~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Share: