![]() |
| Masih jadi ayam geprek terbaik menurut gw (y) |
Ehem... *persiapan presentasi* kali ini gw nemu pengganti Rafli yang biasa ada dicerita gw saat masih SMA. Sekarang, gw nemu pengganti si Rafli, namanya Rendi. Sama-sama dari R, sama-sama gobloknya. Dan dia bakalan berperan besar dalam postingan gw kali ini.
Suatu hari, gw lagi nongkrong bareng temen kelas depan gedung fakultas, bukan diskusi penting tentang politik atau masalah global, ini lebih ke Third World Problem. Dari sepatu warna putih yang kembali ngetrend di kalangan cewek dan "makna tersembunyinya"; Ghibahin dosen dengan "doa terbaik"; sampai masalah Mie Pangyam mana yang paling enak, antara di belakang kampus atau di pinggir kampus (sebenernya ini lebih subjektif tergantung definisi enak dari lu sendiri. Kalau quantitas menurut lu adalah suatu kenikmatan, ya... you know lah).
Sampai pada akhirnya nyampe ke bahasan Ayam Geprek, Runner Up hal yang paling gw sukai di dunia. Dan tiba-tiba si Rendi nyanggah, "Urang mah teu beuki da ayam geprek. Naon kitu di ancur-ancur keun kitu jadi teu ngeunah. Mending ge ayam hiji teu kudu di penye-penye leuwih mantap". Dan gw kayak, "How can you say that? How can be you don't like Ayam Geprek? How can you mempertanyakan kenapa ayam harus di geprek-geprek padahal itu adalah nilai jual utamanya? How? HOW BANGSAD?!". Kenapa dia harus nyanggah disaat gw udah ngejelasin 5 tempat ayam geprek paling enak di Bandung? Kenapa si Rendi ini gak nyanggah gw dari awal sehingga bisa gw debat duluan tanpa harus ngerasa overpride duluan? Karna Rendi adalah sejenis Rafli, sesama goblok.
Gw berpikir tentang perkataan si Rendi selama berhari-hari, mencoba ngerti gimana bisa seseorang gak menyukai Ayam Geprek. Gimana bisa seseorang gak menyukai apa yang paling gw sukai. Seharusnya apa yang paling gw sukai berarti semua orang pun suka, atau seenggaknya B aja tanpa membencinya. Sampai akhirnya sampai pada suatu pertanyaan, "Jangan-jangan yang selama ini gw sukai orang-orang pada gasuka juga lagi?!". Jangan-jangan semua orang gasuka gehu?!; Jangan-jangan gasemua suka Mia Khalifa?!; Jangan-jangan ada juga orang yang ternyata diem-diem gasuka...Indomie Goreng?!
Gw terus mikirin hal ini, bahkan di suatu waktu sampe bikin gw stress. Sampe akhirnya saat gw ikut kelas Bu Melly di pelatihan english speaking, sesi perkenalan diri, dia nyampein yang kurang lebih gini "Kalian itu harus tau adeknya berapa, bapaknya kerja dimana, ibunya siapa, kekurangan dia apa, dan kelebihannya apa. Sehingga kalian tuh bisa ngerti semua kelakuannya, bisa memaklumi kekurangannya hingga kalian sadar bahwa ohhh itu sifatnya dan kalian jangan berharap lebih. Emang udah kayak gitu". Yang walaupun gak ada hubungannya sama masalah gw tadi, tapi somehow bikin gw ngerti kalo ternyata selera orang tuh beda-beda. Pasti ada hal yang bikin mereka suka A dan gasuka B, entah itu karena lingkungan, masa kecil, atau trauma. Dari hal ini bikin lebih berhati-hati dalam bersikap, mencoba untuk tidak men-generalisasi-kan kesukaan semua orang. Gw mulai bersikap untuk lebih menghargai keinginan orang. Lebih menghargai selera mereka.
Gw jadi inget tentang salah satu kedai kopi dimana disana ada papan tulis di belakang bartender dengan tulisan, "Disini minum kopi ya minum kopi, gak ada filosofi filosofian, itu cuma kamu yang sosoan". Hal itu bisa jadi bener, tapi juga bisa jadi salah. Tentang filosofi, itu dari diri kita sendiri, apakah ingin berfilosofi atau enggak. Mau kopinya di filosofiin, atau Ayam Geprek sekalipun, itu kita yang bikin filosofinya sendiri. Dan hari ini gw dapet filosofi dari Ayam Geprek.
Tapi gw gak bilang udah gak kepikiran lagi.
KENAPA HARUS GASUKA AYAM GEPREK, BANGSAD?!
Sekian.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ini kayaknya tulisan terpanjang -dan berfaedah- gw deh selama 3 tahun ini. Yang awalnya skeptis banget tapi jadi salah satu tulisan favorit gw setelah rampung. Dan ya, ini juga salah satu tulisan gw yang paling sosoan, dari sosoan nunjukin kalo gw mahasiswa, ngomongin Third World Problem lah, sampe berfilosofi padahal referensi gw cuma dari film Filosofi Kopi :v Intinya,gw berhasil nulis selama 3 hari berturut-turut ini. Dan Alhamdulillah nya ide gw lancar semua :D Kayaknya segitu deh yang mau gw sampein kali ini. Jangan lupa sholat, jangan lupa makan malem, dan jangan lupa buat bernafas. Nama Gw Ditto Lockwood, Salam WWW (Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh).
Mahaaaaaaa~~~~~~~~
Jangan lupa buat follow gw di instagram: @cappuditto


