Wednesday, September 09, 2020

Kamu Akan Selalu Menemukan Kegelapan Dibalik Penerangan

Buat lu yang gatau, leap of faith itu istilah buat lu ngelakuin sesuatu tapi lu gak yakin apakah lu siap atau enggak
Buat lu yang gatau, leap of faith itu istilah buat lu ngelakuin sesuatu tapi lu gak yakin apakah lu siap atau enggak



Setelah tulisan sebelumnya yang serius banget dimana gw berlagak so iye dengan bahasa-bahasa baku so bermakna, kali ini gw bakalan balik nulis seperti biasa, tulisan receh yang bisa lu nikmatin saat penat ama kehidupan kota *Anjay, so berima*.

2020 adalah tahun yang kacau, siapa yang gak setuju? Kebakaran hutan, rasisme, dan yang paling parah adalah Virus Corona. Tapi bagi gw, ini lebih parah lagi, di tahun ini Bapak gw meninggal, dan gak lama kemudian gw mergokin kesayangan gw ternyata selama ini selingkuh selama berhubungan ama gw. Mungkin gw gak menyampaikannya dengan benar sehingga lu gak ngerasa empati. Ya intinya lu bayangin aja deh gimana rasanya pulang ke rumah terus banyak bendera kuning padahal keluara lu gak ada yang kader Golkar, Ditambah ngeliat pasangan lu ngirim emot love tapi bukan buat elu. Bayangin aja dulu, punya pasangannya belakangan.

Gw gak mau banyak cerita tentang dua hal itu, intinya menyedihkan waktu itu tapi sekarang enggak. Lagian, bukan bagian yang seru, gw juga udah bosen nyeritain gimana Babeh gw meninggal ke setiap orang yang dateng ngelayat. Dan cerita perselingkuhan terlalu ribet dan berbelit (dan emang selalu begitu bahkan diserial sekelas Games of Thrones) sampe gw males ngebahasnya lagi.

Yang mau gw ceritain adalah, perubahan yang ada setelah semua yang terjadi. Lu pernah gak sih bertanya-tanya kok hidup lu monoton banget padahal udah gede tapi kok masih ngerasa kek botjah? Itu sih yang gw tanyain selama ini. Gw nunggu leap of faith dimana bakalan ada suatu kejadian yang bikin gw bertransisi dari botjah menjadi manusia dewasa yang legal untuk membuka situs bokep. Tapi yang gw gak sangka, "lompatan" nya bener-bener mendadak, dengan Babeh gw meninggal dan dikasih kenyataan do'i gw selingkuh. Rasanya kayak lu lompat dari Tower Burj Khalifa tapi lu bukan Spider-man.

Tentu, banyak hal berubah dari ketiadaan Babeh, gw ngerasa kehilangan tapi juga disaat yang sama gw ngerasa bebas *durhaka banget ya bahagia Babeh gak ada-_-* Enggak, maksud gw, dengan gak adanya Babeh, gw bisa mulai berperan sebagai pemimpin yang sebelumnya terhambat kemalasan (karena, taulah, ada Babeh ini) dan perbedaan pandangan. Ibaratnya, sebelumnya gw ngerasa seperti raja tanpa kerajaan, tapi sekarang gw mulai dapet peran (Anjay sok keren :v).

Juga, dengan kejadian perselingkuhan (yang masih dibawah standar Indosi*r), gw berubah menjadi mnusia yang lebih pasrah *atau kata lainnya, berhenti menjadi bucin* ya, bener. Gw enggak lagi memaksakan kehendak terhadap apapun, apalagi tentang jodoh. Karena ternyata, hubungan yang baik-baik aja selama tiga tahun, ternyata bokbrok banget, apalagi hal-hal kecil lainnya.

Yah, pada akhirnya, gw berhasil menjadi dewasa, menjadi lebih bijak, dan ya menjadi tua dan menyebalkan. Gw mulai menjadi pendiem dan lebih banyak berfikir sebelum bertindak, padahal dari dulu gw benci banget jadi dewasa yang diem dan so cool. Pokoknya jadi tua gak enak lah, lu harus cukuran mulu tiap beberapa waktu sekali bukan cuma di kumis tapi juga dibagian-bagian tertentu yang sangat enggak banget buat gw tulis.


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Sialan, gw rasa tulisan gw kali ini kurang seru, padahal tadinya gw mau nyeritain tentang percakapan gw ama si Devdev yang ngasih tau bahwa sebenernya gw se spesial nasi goreng pake telor. Tapi gw bingung gimana masukinnya ke tulisan ini dan takutnya bakalan jadi terlalu banyak fokus. *Anjay, sosoan penulis terkenal* OHIYA, dan gw mau ngasih tau kembalinya Ditto ke tulisan ini yang dimana ternyata dia nyata! Horeeee! Segitu aja tulisan gw kali ini, semoga ada kesempatan buat gw nulis tentang si Devdev. Jangan lupa ibadah, jangan lupa bayar utang, jangan lupa buat terus silaturahmi. Nama gw Ditto, salam WWW. Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.


Mahaaaaaaa~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


P.S kalo do'i gw baca gw yakin dia bakalan naik pitam saat ngeliat gw bawa-bawa nama cewek lain di tulisan gw. Tapi gw ambil resikonya. GW AMBIL!!!

Share:

Thursday, August 20, 2020

Kita Selalu Menceritakan Versi Terbaik Dari Diri Kita Walaupun Kenyataannya Berbanding Terbalik

Tentang dikecewakan, pertemanan, percintaan, perasaan yang gak pasti, kepercayaan, dan masalah lainnya yang akan selalu ada selama hidup masih berlangsung, akhirnya gw sadar, bahwa diujung hari, gw cuma punya diri gw sendiri. Dan menjadi sisi lain dari gw -that's me, Ditto, adalah suatu kebutuhan buat gw untuk istirahat dari semua kekacauan ini. Gw akan terus nulis, mengungkapkan apa yang gw rasa, membagikannya, berharap suatu hari nanti seseorang dengan kebutuhan sama bakalan nemuin tulisan ini sebagai tempat untuk duduk dan beristirahat sejenak.

I want to tell story about how scary people are. Mereka bisa mengucapkan apapun yang mereka mau dan berbuat berkebalikan dari itu semua. Juga bagaimana mereka bisa merubah pikiran atas keputusannya dengan sangat cepat. Semua itu, berbuntut pada satu hal, seenggaknya bagi gw, yaitu krisis kepercayaan. 

Setelah semua yang terjadi, susah banget buat gw buat terbuka ke sembarang orang. And that is painful. Gw yang pada dasarnya suka banget ngomong dan bercerita, harus nahan itu semua karena alasan tadi. Semakin bertambahnya usia, semakin bertambah banyaknya wawasan yang dia punya, bahkan satu kalimat sederhana yang mempunyai satu makna dari yang berbicara, bisa disalah artikan oleh orang-orang.

Entah gw yang terlalu naif, atau dunia menjadi semakin buruk setiap harinya. 

You know what make pople more scarier? Falling in love. Cinta, jatuh hati, suka, sayang sepertinya terdengar positif. But wait untill a few moments, it will get worst. Lu pernah denger istilah cinta buta? Tambahin gila. Jadi CInta Buta dan Gila. Bener-bener menakutkan gimana orang-orang bisa mengorbankan segala hal demi satu orang yang baru datang dikehidupannya. Bener-bener menakutkan gimana orang-orang bisa meninggalkan apa yang dia punya sekarang demi apa yang belum pasti nantinya.

What i'm mumbling about? Don't know. Just chilling with my laptop and write everything that comes out in my mind. See you on another story.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ya ya gw tau tulisan kali ini beda banget ama tulisan gw yang lain. Bukan cerita receh yang bisa bikin lu ketawa tapi malah cerita gak jelas tentang perasaan. Apalagi bahasa yang digunain aneh banget kayak anak Jaksel padahal gw anak gang. Tapi yaudahlah, jangan rayakan kembalinya gw nulis dengan semua demo yang bakalan lu lontarin. Semua butuh proses dan gw lagi mencoba nyari gaya nulis yang sesuai dengan keadaan umur gw sekarang. Well, segitu aja yang bisa gw ceritain. Jangan lupa makan, jangan lupa cuci tangan, dan jangan lupa tidur. Gw Ditto Lockwood, mahaaaaaaaaa~~~~~~~~

P.S Tadinya mau gw upload di blog yang lain tapi tanggung banget jadi yaudah.
Share: